Wednesday, 14/11/2018 | 9:31 UTC+0
Ascarya Journalistic Club

Siapkah Kita (Generasi Milenial) Menghadapi Tantangan Revolusi Industri 4.0 ?

        Salatiga (31/10/18) pukul 08.00 WIB terlihat antrean panjang di depan gedung E126  Kampus Utama Universitas Kristen Satya Wacana. Antrean tersebut merupakan antrean daftar ulang untuk peserta Seminar Kompas Saba Kampus. Acara Seminar resmi dibuka oleh Pembantu Rektor IV UKSW pada pukul 09.00 WIB.

       Pembicara pertama dalam acara “Seminar Kompas Saba Kampus” yaitu Ayu Kartika IL yang menjabat sebagai HRD Manager di Kompas mengutarakan tentang organisasi dalam tantangan perubahan revolusi industri 4.0. “Saat ini kita sudah berada di Revolusi Industri 4.0 dimana dalam perkembangannya oleh Klaus Schwab kita telah melewati Revolusi Industri 1.0 yang mana saat itu terjadi pengangguran masal, kemudian terjadinya Revolusi Industri 2.0 dimana mesin mulai digunakan dan mulai menyebar ke berbagai belahan bumi. Revolusi Industri 3.0 sudah lebih maju lagi yaitu dengan teknologi komunikasi dan komputer sudah mulai digunakan dan sampailah kita saat ini, Revolusi Industri 4.0 yaitu ditandai dengan adanya Artificial Intelligence (AI – kecerdasan buatan) dan Robot.” Ayu menjelaskan secara terperinci dan respon audience masih segar mendengarkan dengan seksama.

       Menurut Ayu, manusia saat ini harus bisa menghadapi perubahan yang sedang terjadi, jangan sampai mesin menguasai manusia. “Karena di masa depan bukan lagi kompetisi tentang kepintaran tetapi tentang imajinasi, kreativitas, dan bagaimana attitude seseorang sangatlah penting.” Ayu menjelaskan dengan menterjemahkan ucapan Jack Ma dalam tayangan video saat Jack Ma sedang berpidato. Dalam video tersebut juga menjelaskan perbedaan antara manusia dan robot, yang mana manusia memiliki hati sedangkan mesin hanya memiliki chip. Metamorfosa dunia pendidikan menjadi penting untuk saat ini.

        Saat ini kita harus bisa memiliki keterampilan lebih dari satu dan harus dapat berperilaku baik serta jujur. Karena Revolusi Industri 4.0 sudah melibatkan AI (Artificial Intelligence) maka perusahaan saat ini sudah tidak menanyakan tentang ijazah terakhir tetapi lebih fokus pada portofolio (kemampuan yang dimiliki).

       Dengan bergesernya beberapa fungsi di suatu perusahaan maka struktur perusahaan juga berubah mengikuti perubahan yang ada. Saat ini struktur organisasi berbentuk agile, dimana struktur ini lebih cepat dalam penyampaian informasi dan ide-idenya. Keuntungan lain dari struktur agile yaitu lebih sedikit kompetisi yang ada dan ditambah adanya kolaborasi.

       Kompas mempertahankan kebenaran, loyalitas terhadap masyarakat, disiplin ferifikasi, independen, memantau kekuasaan, menjadikan forum publik. Menurut Ayu dampak dari adanya revolusi industri 4.0 akan sama dengan revolusi 1.0. yaitu terjadinya pengangguran masal. Sehingga untuk mecegahnya dapat memulai dari diri sendiri dengan mau membuka pikiran dan mau terus belajar guna meningkatkan keterampilan yang sudah ada.

       Pembicara kedua yaitu Septa Inigopatri Gunarso yang menjabat sebagai Digital Production Assisten Manager Kompas, lebih membahas mengenai teknik grafis dalam koran dan web Kompas itu sendiri. Respon peserta Seminar Kompas Saba Kampus, cukup baik dalam hal menanggapi materi yang disampaikan oleh pembicara. Beberapa peserta mengajukan pertanyaan, terkait dengan materi yang telah disampaikan. Tidak hanya puas mendapat jawaban langsung dari pembicara, peserta yang mengajukan pertanyaan juga mendapatkan souvenir dari Kompas.

Harti Purnamasari, ​mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, angkatan 2016, Kepala Publikasi Ascarya Journalistic Club 2017-2018.

Penyunting : Rizki Dewi Nareswari

POST YOUR COMMENTS

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berlangganan via Surel

Masukkan alamat surel Anda untuk mendapatkan kabar terbaru dari Ascarya dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

KONTAK ASCARYA

Email: ascarya.feb@student.uksw.edu

Phone: 0858-4868-2470 (Armita)

Address: Jalan Diponegoro No. 52-60 Salatiga