Dunia dan Kawannya

OPINI Tak ada komentar pada Dunia dan Kawannya

Kosong..

Pandangan kosong itu memandangku

Gelap..

Malam gelap itu juga memandangku

Hening..

Suasana itu juga ikut memandangku

 

Kenapa memandangku?

Apakah kalian tahu bagaimana perasaan ini?

Mata yang berlinang seakan tak tertahankan pun mengelilingiku

Mengapa aku ini..?

Oh.. aku tahu, itu pasti kalian

Karena kalian aku seperti ini.. hanya membatu memandangku

 

Tidakkah kalian tahu?

Disini aku sakit

Sakit

Menahan sakit yang kupikul sendiri

 

Jangan hanya diam

Benar, kalian tidak dapat berbuat apa-apa

Kalian hanya bisa melihat, mendengar, dan menduga hal yang semu tentang apa yang aku rasakan tapi tidak ingin larut di dalamnya

Saat bahagia menyapa

Ada banyak yang ikut bersama merasakannya

Saat suka menyapa

Banyak yang menyebar senyum dan tawa merasakannya

Saat pedih menyapa?

Sangat abstrak dan menyedihkan dalam pikiranku

Kepedulian yang datang dengan maksudnya sendiri hanya menambah kepahitan hati

 

Tidak perlu merasa berat memikul semua

Penghibur hanya diri sendiri

Berdiri tegak bak tiang yang menjulang tinggi

Berdiri gagah bak patung yang tidak tergoyahkan oleh angin

Berdiri berayun bak pohon tinggi yang diterpa angin

Memandang tajam pada masa menjelang dengan pasti

Berbuat seakan tak ada penghalang

 

Menangis

 Cukup menangis sendiri karena manusia takkan turut menangis bersamamu

Tertawa

Cukup tertawa sendiri karena engkau tertawa tak pasti manusia tertawa tulus bersamamu

Itulah dunia dan kawan-kawannya

Itulah pilihan, dan pilihanlah yang menjadi jawabannya

 

Puisi oleh Theresia Gracia Agatha, saat ini menjadi Wartawan Ascarya. Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis jurusan Akuntansi, Angkatan 2015.

Leave a comment

Back to Top