MERIAHNYA GEBYAR TEATER TILAR “SAUDADE” BIKIN HARU

RAGAM, SEPUTAR FEB Tak ada komentar pada MERIAHNYA GEBYAR TEATER TILAR “SAUDADE” BIKIN HARU

        Sabtu, 17 September 2022. KBM Teater Tilar dibawah Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana kembali mengadakan Gebyar Teater Tilar (GTT) dengan Tema “Hak Asasi Manusia”. Acara ini dilaksanakan di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana. Gebyar Teater Tilar kembali diadakan setelah tiga tahun absen akibat pandemi Covid-19.

        Gebyar Teater Tilar ini mengangkat judul “Saudade” yang berasal dari Bahasa Portugis dengan arti “Kerinduan yang Mendalam”. Teater ini menceritakan tentang seorang pemuda yang bernama Renjana dengan karakter idealis, cerdas, dan pemberani bersama dengan Agus dan kawan-kawan proletarnya yang memperjuangkan tanah kelahiran mereka dari oknum pemerintahan kotor di bawah pimpinan Farhat beserta investor asing yang rakus yaitu James. Tanah kelahiran yang seharusnya menjadi tempat peristirahatan dan mata pencaharian masyarakat desa, akan dibeli oleh pemerintah dan investor asing dengan perjanjian yang sangat tidak setimpal. Begitu pula kepala desa, Slamet yang memutuskan bersekongkol akibat bujuk rayu jaminan harta kekayaan. Kisah yang seiring berjalan sehingga dibumbui romansa antara Renjana dan Rini menjadi pahit ketika kekalahan pihak kaum elite dalam persidangan atas gugatan terhadap hukum pengadaan tanah yang mengakibatkan Renjana menjadi korban sentimen emosional kaum elite.

         Gebyar Teater Tilar kali ini dimainkan oleh 14 pemain dengan Renjana diperankan oleh Wijang, Rini diperankan oleh Yaya, Agus diperankan oleh Abbel, Farhat sebagai wali kota diperankan oleh Rigel, Slamet sebagai kepala desa diperankan oleh Chua, James sebagai investor asing diperankan oleh Chessna, Linda sebagai sekretaris diperankan oleh Irene, Endang diperankan oleh Erika, Tumini diperankan oleh Lea serta warga lain yang diperankan oleh Natania, Ubaldus, Gabriel, dan Thomas.

Dalam Gebyar Teater Tilar tahun ini bertujuan untuk menjadi wadah kegiatan kreatif untuk menyampaikan gagasan dan mengkomunikasikannya melalui karya seni peran, sekaligus jadi wadah untuk mengapresiasi dan melestarikan seni serta pemahaman mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) serta memberikan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitas di bidang seni peran, seni musik, artistik, dan terutama seni pertunjukan.”   Antoineta Adeline, Producer GTT Saudade.

            GTT dilaksanakan terakhir pada tahun 2018. Sejak awal berdirinya Teater Tilar pada tahun 1992 Gebyar Teater Tilar sudah diadakan. Namun sekitar pada tahun 2005 sempat vakum dan mulai berjalan kembali tahun 2015. Akan tetapi setelah tahun 2018 vakum kembali karena adanya pandemi Covid-19. Hal ini menyebabkan terjadinya beberapa kendala dalam terselenggaranya Gebyar Teater Tilar seperti yang disampaikan oleh Producer.

            “Kendala yang kita alami adalah ini merupakan pentas pertama kali setelah pandemi covid-19 setelah 3 tahun off tidak ada GTT. Tentunya kami dan kru belum pernah merasakan kegiatan GTT dan kami merintis dari nol. Dalam GTT tahun ini kami mengalami kendala kekurangan orang dalam kru. Awalnya kami hanya sekitar 4 – 5 orang pada saat awal bedah naskah produksi kita masih kebentuk cuma beberapa orang aja stage manager sutradara sama ketua (producer). Setelah itu itu baru lanjut tim produksi kebentuk, makeup, kostum, lighting, terakhir musik Itu masing-masing satu orang aja. Kemudian jalan satu bulan mulai kebentuk full timnya total kru mencapai 50 orang. Jadi kita itu ada 3 tim tim panitia 18 orang, tim produksi 20 orang, tim talent 14 orang,SM, producer, dan sutradara. Kami juga melibatkan anak-anak MWLK untuk mengambil peran dalam kegiatan GTT dan ini merupakan penampilan pentas mereka untuk pertama kali, kami latihan itu sekitar 4 – 5 bulan.”-  Antoineta Adeline, Producer GTT Saudade.

Walaupun beberapa pemeran ini diambil dari anak – anak MWLK. Dalam GTT memiliki kriteria khusus yang harus menyesuaikan tokoh.

         “Kami memiliki kriteria dalam pemain GTT dan pemain harus menyesuaikan dengan tokoh yang diperankan. Kami mengadakan casting pada bulan Maret 2022 dengan melibatkan anak-anak MWLK serta kami bekerja sama dengan Tim Jiwo, Teater dari Fakultas Psikologi dalam proyek. Dalam casting ini terdapat 20-25 orang dilakukan tiga kali dalam rentang waktu satu minggu.” –  Antoineta Adeline, Producer GTT

        Gebyar Teater Tilar disambut antusias oleh para penonton. Di sela – sela waktu selesainya acara beberapa penonton memberikan apresiasi kesan mereka mengenai Gebyar Teater Tilar setelah kegiatan berlangsung.

            “Dari segi konsep GTT yang dilaksanakan di Balairung UKSW sangat matang dan alur cerita sesuai dengan judulnya Saudade, yang menceritakan anak muda berkeinginan tinggi untuk memakmurkan warga desa walaupun sad ending karena tokoh utama meninggal. Tapi, semua di luar ekspektasi karena penjiwaan masing – masing tokoh sangat dapat di hati penonton. Pokoknya keren abis” – Erika Shinta Widyawati

“GTT sangat menarik bagus improvisasinya, alurnya juga tidak mudah ditebak. Kalaupun ada lagi untuk tahun depan saya mau nonton lagi kak. Mungkin masukan untuk tim itu micnya ada yang nyala ada yang ngga itu nanti bisa diperbaiki untuk kedepannya.” – Yuliana Nurcahyanti

“Menurutku GTT kemarin above expectation banget kak. Pesan cerita tersampaikan dengan baik. Penokohannya juga tepat emosi dari pemeran juga bisa terasa sampai audience. humor dan selipan juga menambah kesan yang baik buat GTT kemarin keren deh pokoknya. Mungkin untuk kedepannya bisa diperbaiki untuk bagian sound systemnya kayanya ada sedikit miss” – Melisa Widianingrum

Penulis : Tim Redaksi AJC

Leave a comment

Back to Top